Senin, 30 Mei 2011

pengobtan asma

I.                   PENGOBATAN UNTUK ASMA

Definisi dan Etiologi
Definisi
Asma  adalah reaksi  alergi yang menimbulkan bronkus kejang, pembengkakan mukosa dan meningkatkan sekresi jaringan bronkus sehingga timbul sesak nafas.
Etiologi
Asma pada umumnya diderita oleh anak berumur di bawah 10 tahun dan terutama pada pria dapat kambuh dua kali. Penderita asma berjumlah lebih kurang 3 % dari populasi. Faktor timbulnya asma disebabkan antara lain; emosional, sensitif terhadap makanan, menhirup udara dingin atau iritasi terhadap bahan penstimulan ( asap, bau gas, bau cat), obat, dan reaksi terhadap zat pemicu alergi tertentu (serbuk sari).
Ada dua macam asma
§  Asma ekstrinsik atau asmaatopik adalah asma timbul karena adanya alergen seperti debu, serbuk sari, ketombe binatang, dan makanan.
§  Asma intrinsik adalah asma timbul karena adanya faktor seperti udara dingin, olahraga, infeksi emosional dan menghirup bahan iritan yang dapat menimbulkan reaksi bronkhus.
Pada umumnya penderita asma menderita kedua jenis asma tersebut di atas.

Tanda dan Gejala
Tanda dan Gejala
 Gejala dan derajat kesakitan sangat tergantung pada keadaan seseorang. Gejala meliputi antara lain; secara akut atau lamban, bersin terus-menerus, berbunyi sewaktu bernafas, . batuk tidak produtif, nafas berat, cemas, tekanan darah sistole naik,  Perhatikan pada pederita parah dengarkan bunyi  nafasnya disetai hidung buntu karena mukus dan permulaan gagal nafas; sebaiknya pasien duduk, dan memperpanjang hembusan nafasnya.


Hasil Laboratorium
Dilakukan uji eosinofilia, sputum, sinar X (dada), fungsi paru, penurunan PO2 dan kenaikan PCO2 arteri, dan uji alergi.

Penyebab dan Prognosis
Asma adalah penyakit kronis disebabkan faktor stimulan yang tidak disingkirkan, atau penyakit bawaan lemah paru. Sebagian anak penderita asma berkurang penyakitnya dengan bertambahnya umur.
Komplikasi meliputi ada udara dalam rongga pleura,  emfisema (melebrnya gelembung paru), atelekstasis (keadaan paru yang tidak berkembang),  status asmatis meningkat harus ditangani secara darurat. Pengobatan konvensional meliputi obat untuk serangan akut, obat untuk pencegahan serangan dan sekali suntik untuk mencegah alergi.

Diagnosis lain
Meliputi bronkitis, pneumonia, pleuritis, emfisema, asma kardiak, dan gejala lain dari saluran nafas atau emboli.

Pengobatan Somatik
Olah raga
·         Olah raga meliputi; jalan cepat ringan, terbaik renang, latihan tarik nafas panjang,  relaksasi, dan latihan pernafasan.
·          Pijat atau kerokan
Hidroterapi
Untuk asma akut hisap uap air panas  ditambah irisan bawang putih atau minyak atsiri lain (minyak kayu putih, adas dan lain-lain).

 Terapi makanan
§  Kalau terasa terasa sesak segera minum campuran air, madu jeruk nipis.
§  Jus jambu, asam, blimbing wuluh.
§  Sayuran yang dapat digunakan untuk mencegah batuk antara lain brokoli, labu putih panjang, terong, daun kelor, bayem, papaya muda, ubi, sayuran hijau, seledri, wortel.
§  Buah yang dapat digunakan untuk mencegah batuk antara lain jeruk, papaya, nanas, tomat.
§  Bumbu yang dapat digunakan untuk mencegah  asma antara lain asam, blimbing wuluh, bawang putih, serai, jahe, kunir, kencur, pala, cengkeh.
§  Makanan kaya omega 3 dan omega 6  antara lain ikan dan krokot.

Makanan khas pencegah
·         Minuman ;  setiap terasa sesak minum seteguk campuran sesendok makan madu air jeruk nipis dan segelas air hangat;
·          Infuse atau didihkan campuran jahe, kencur, sereh, cengkeh, garam, dan gula merah; 
·         infus atau didihkan asam, blimbing wuluh, kunir, cengkeh, garam, dan gula merah; dan minuman sesuai selera yang dibuat dari bahan tersebut diatas.
·         Jus; jus papaya dan jeruk, jus tomat dan wortel; jus jeruk dan madu; dan jus buah lainnya sesuai selera.
·         Catatan; pembuatan jus sebaiknya sayuran direndam dalam air panas selama 5 menit. Hal ini dilakukan terutama untuk mengurangi efek racun dan meningkatkan khasiat.  Misal efek racun daun katuk mentah adalah brokiolitis berkurang bila dipanaskan dan wortel bila tidak dipanaskan hanya mengeluarkan karoten (zat warna) bukan beta karoten (provitamin A) yang dibutuhkan tubuh..
·         Masakan; sayur asam terdiri dari labu putih, asam, blimbing wuluh, dan bawang putih (3 – 5 siung);
·         sayur bening terdiri dari bayem, labu putih, dan bawang putih (3 - 5 siung), kunci,
·         sayur sop terdiri dari brokoli, wortel, seledri, dan bawang putih (3 - 5 siung), mrica dan pala dan masakan lain sesuai dengan selera menggunakan sayuran tersebut di atas.

Hindari
Hindari makanan atau minuman
·         makanan yang dimurnikan, makanan olahan, gula dan permen.
·         Makanan dingin
·         Makanan pemicu terutama coklat, gandum, keju, pisang, kacang, salad, zat warna dan pengawet  makanan.
·         Rokok dan minuman keras.

Terapi dengan Tumbuhan Obat
Tumbuhan obat dapat mencegah asma adalah tumbuhan obat disekitar kita dan mudah didapat,  antara lain:
·         Abrus precatorius atau saga (daun) antara lain untuk mencegah batuk  ekspetoran
·         Allium sativum atau bawang putih (umbi) antara lain untuk mencegah asma, baterisida, bronkhitis.
·         Alstonia scholaris atau babakan pule (kulit batang) antara lain untuk mencegah asma., bronkhitis.
·         Amaranthus spinosus atau bayam duri (akar, batang, daun, dan bunga) untuk mencegah sesak nafas, ekspektoran.
·         Amomum compactum atau kapulaga (biji) antara lain untuk batuk.
·         Andrographys paniculata atau sambiloto (batang, daun dan bunga) antara lain untuk bakterisida, pneumonia,tbc, dan meningkakan ketersediaan hayati.
·         Catharanthus roseus atau tapak dara (batang, daun, dan bunga) antara lain untuk mencegah asma, bakterisida, tbc..
·         Carica papaya atau papaya (buah papaya tua) antara lain untuk mencegah asma, bakterisida, ekspektoran, .
·         Centella asiatica atau pegagan (akar, batang, daun, dan bunga) antara lain untuk pleuritis, tbc.
·         Cinnamomum cassia atau kayu manis (kulit kayu) antara lain untuk batuk, bakterisida.
·         Citrus aurantium atau jeruk nipis (buah)  bakterisida, sesak nafas, ekspektoran..
·         Curcuma domestica atau kunir (rimpang) antara lain untuk mencegah asma, bronkhitis,
·         Cymbopogon citratus atau serai (umbi dan batang daun) antara lain untuk ekspektoran, pneumonia, tbc.
.
·         Euphorbia hirta atau patikan kerbau (akar, batang, daun, dan bunga) digunakan di lur negeri sebagai fitofarmaka antara lain untuk asma, bronkhitis.
·         Foeniculum vulgare atau adas (biji) antara lain untuk ekspetoransia.
·         Imperata cylindrica atau alang-alang (akar) antara lain untuk asma, antivirus.
·         Ipomoea batata atau ubi (umbi) antara lain untuk mencegah asma.
·         Kaempferia galang atau kencur (rimpang) antara lain untuk batuk, eksperoran.
·         Legenaria siceraria atau labu putih antara lain untuk asma,batuk.
·         Luffa atangula atau oyong  (buah) antara lain untuk asma, ekspetoran,
·         Mangifera indica atau mangga (daun) antara lain antara lain untuk mencegah asma, bronkhitis, batuk, tenggorokan..
·         Melaleuca leucadendron atau kayu putih (daun) untuk mencegah bronkhitis, batuk ekspektoran, pleuritis, pneumonia.
·         Moringa oleifera atau daun kelor antara lain (batang muda dan daun) untuk mencegah asma, bakterisida, ekspektoran, pneumonia.
·         Morinda citrifolia atau pace (buah) antara lain untuk batuk, tenggorokan, tbc.
·         Myristica fragrans atau pala antara lain (biji) untuk mencegah asma, bakterisida, flu, pneumonia.
·         Ocimum basilicum atau selasih (batang, daun atau biji) antara lain untuk batuk, ekspektoran
·         Peperomia pellucida atau kerokot (akar, batang, daun, dan buah) antara lain untuk mencegah asma., batuk, bakterisida, flu.
·          Physalis angulata atau ciplukan (akar, batang, daun dan buah) antara lain untuk mencegah asma, ekspektoran.
·         Piper betle atau sirih (daun) antara lain untuk mencegah asma, bakterisida, bronkhitis, batuk, laringitis, paru, tenggorokan.
·         Piper longum atau cabe jawa (buah) antara lain untuk mencegah asma, bakterisida, batuk, tbc.
·         Sechium edule atau labu siam (buah) antara lain untuk bronkhitis, pertusis.
·         Solanum melongena atau terong (buah) antara lain untuk asma, bakterisida, ekspetoran, pertusis, tenggorokan.
·         Syzygium aromatica atau cengkeh (biji) antara lain untuk antioksidan, pertusis,
·         Tamarindum indicus atau asam (daun dan buah) antara lain untuk mencegah asma, batuk, tenggorokan.
·         Zingiber cassumunar atau bengle (rimpang) antara lain  untuk mencegah asma, bronkitis.
·         Zingiber officinale atau jahe (rimpang) untuk mencegah asma, antioksidan, bronkfitis, batuk, ekspektoran .

Cara membuat jamu
Jamu yang enak
Minuman ini dapat diminum setiap hari sesuai selera
·         Infus atau dekok jahe, serai, ubi, cengkeh, kencur,  patikan kerbau, garam, dan gula merah.
·         Infus atau dekok asam, kerokot, pegagan, serai, cengkeh, patikan kerbau, kunir, kencur, garam dan gula merah.
·         Jamu Milliherb : Milliasbat, Millifeksi dan Milligesic Oil Mn
Buatlah minuman sesuai selera 5  - 20 jenis tumbuhan tersebut di atas yang mudah dicari. Minuman  ini dapat diminum setiap hari untuk mencegah asma dengan dosis terbagi, misal segelas minuman dibagi tiga dan diminum tiga kali sehari.
Jamu yang pahit
Pada umumnya jamu yang pahit bila di tambah sambiloto.
Buatlah jamu sesuai selera 5  - 20 jenis tumbuhan tersebut di atas yang mudah dicari. Jamu ini dapat diminum setiap hari untuk mencegah asma dengan dosis terbagi, misal segelas jamu dibagi tiga dan diminum tiga kali sehari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar