Sabtu, 21 September 2013

JUAL PUTUS IKOT SRIANA MILLIHERB



PROPOSAL KERJA SAMA ATAU JUAL PUTUS  IKOT SRIANA MILLIHERB


LATAR BELAKANG     
JAMU MILLIHERB atau MILLIHERBA atau jamu Madura MILLIHERB, dikembangkan dari jamu Madura sejak tahun 1998, dan sudah dipatenkan oleh Sriana Azis, Dra, Apoteker, Penemu, peneliti dengan nomor pendaftaran paten: P00200400356 dan P00200500730, dari Program Insentif Perolehan Paten Menteri Negara Riset dan Tehnologi pada tahun 2004 dan tahun 2005. Dua puluh empat (24) jamu telah terdaftar pada Badan POM dan terdaftar dalam label halal MUI.
Sebagai penemu dan pembaharu jenis jamu Madura, dengan melakukan perbaikan dan penyempurnaan formulasi dan praktek pengobatan, berdasarkan atas konsepsi dosis kecil, sinergistik, memperbaiki fungsi sel, memperlancar aliran darah dan keseimbangan tubuh. Praktek pengobatan, dilengkapi dengan studi kasus dan  pengamatan keberhasilan dalam pengobatan.
MILLIHERB berarti dosis 500 milligram per kapsul herba kering sudah dapat menyembuhkan atau menghilangkan gejala penyakit dan terasa 10 menit setelah meminumnya.
Formulasi penelitian dilakukan mengikuti rekayasa pembuatan berdasarkan atas jaminan mutu dan penggunaan dosis kecil. Ramuan ini dipatenkan terdiri dari 25 hingga 100 jenis tanaman, dengan komposisi tanaman obat tidak beracun, rerempahan, dan sayuran.
Dosis kecil memberikan keyakinan bahwa, MILLIHERB mampu merangsang menormalkan kembali keseimbangan tubuh dan tubuh menjadi sehat, sekaligus menghilangkan atau setidaknya menekan hingga seminimum mungkin efek samping yang diperkirakan dapat terjadi.
Hasil dari studi kasus terlihat bahwa dengan dosis kecil dapat menghilangkan dan menunda gejala penyakit. Misalnya batuk-pilek dapat disembuhkan dalam 3 hari dan talasemia dapat ditunda tranfusi darah sampai 8 bulan.
Dalam pengobatan, MILLIHERB digunakan untuk penyembuhan berbagai sakit, baik sakit yang belum ada obatnya. MILLIHERB digunakan untuk menyembuhkan dan/atau mengurangi rasa sakit, nyeri, asam urat, urat kecepit dan peradangan; Viagra madura, sari rapat, kegemukan; keracunan obat (narkotika); batuk; sembelit dan wasir, talasemia, batu empedu, sakit jantung, batu ginjal, ginjal bocor, prostat, maag, anemia dan leukimia, gula darah, tonik otak, tonik mata, penyakit kulit dan jerawat, tbc, lepra, kutil, reumatik, herpes, toxo, DBD, cikungunyah, dan bahkan untuk pengobatan tumor, kanker, sirosis, hepatitis A, B, C, lupus, fillariasis.
Cara penggunaan obat MILLIHERB untuk pengobatan sehari 3 – 6 kali 1 kapsul (500 mg) dan untuk pencegahan setiap hari 1 kapsul (500 mg) dari hasil penelitian kasus ternyata dengan dosis tersebut di atas dapat menyembuhkan penyakit, dan keberhasilannya mencapai 90 % dan tidak terlihat adanya efek samping. Kegagalan pengobatan pada umumnya karena mereka putus obat atau beralih ke pengobatan lain.  
Filosofi Pembuatan Formula Milliherb
Semua penyakit Insya Allah ada obatnya, tetapi belum ditemukan formula yang tepat  ditemukan  berdasarkan penelitian untuk mengobati penyakitpesifik.
Harapan dari campuran tumbuhan tanaman obat dalam jumlah besar yang mempunyai khasiat empiris sama dapat sinergistik dan menurunkan dosis. Bila dosisnya kecil efek sampingnya dapat terabaikan.
Dosis kecil sekitar 500 mg per kapsul, sehari 3 kali 1-2 kapsul, Insya Allah dapat menghilangkan gejala suatu penyakit. Untuk mencegah penyakit setiap hari satu kapsul.
Tanaman obat Indonesia telah banyak di budidaya dan digunakan sebagai suplemen, obat fitofarmaka naturopati, dan homeopati di luar negeri tetapi belum di pergunakan di Indonesia.
Banyak masyarakat mendatangi orang pintar yang tidak jelas kemampuannya sehingga sering kali terjadi keracunan. Misalnya penggunaan jus rebung mentah dapat menimbulkan kematian, karena rebung mentah mengandung HCN. Pada umumnya rebung di makan setelah di godok dan di cuci sehingga HCN nya menguap. Demikian pula daun katuk bila dimakan mentah 150 gr setiap hari dalam 4 -7 bulan mulai timbul keracunan bronkiolitik ringan sampai yang permanen, terjadi epidemi keracunan, di Taiwan dan Amerika pada tahun 1995.
Berasumsi meminum seluruh tanaman obat lebih baik di bandingkan dengan meminum ekstrak; karena kemungkinan masih ada zat berhasiat dan antidotum pada ampas, karena tidak semua zat terlarut dalam pelarut.
Aman, murah, alami serta perawatan sangat mudah dan praktis.
Pengembangan produk baru membuka peluang untuk mendapatkan hadiah Nobel
Sejak tahun 1998 Jamu Milliherb formulasi sediaan serbuk dalam kapsul berkembang terus sampai tahun 2004. Campuran lebih besar dari 30 jenis sayuran, rempah dan tanaman obat Indonesia (TOI) terbuat menjadi 32 sediaan produk untuk penyakit spesifik.
Pada akhir bulan Agustus 2005 ditemukan produk baru Formula ke 2, bahan jamu dilarutkan dalam minyak kokomiristin (Millimiristin) sebagai anti oksidan, mengurangi rasa nyeri dan antiinfeksi, serta antivirus. Kokomiristin atau kokotrimiristin adalah trigliserida dari minyak kelapa (Cocos Oil) diganti dengan miristin (gugusan minyak pala) sehingga gugus asam lebih panjang (C22). Trimiristin yang sedang laris di Eropa dan Amerika, dan dinyatakan trimiristin mudah diserap oleh kulit sampai epidermis sehingga dapat digunakan untuk pelembab dan pemutih. Dari hasil pengamatan selama 8 tahun pemasaran ternyata penyerapan minyak kokomiristin (Millimiristin) sangat baik misal, dioleskan ketempat yang bengkak dan atau luka dalam beberapa menit bengkak, luka dan rasa sakit hilang. MILLIMIRISTIN untuk dioleskan atau dikompreskan untuk mengobati sakit gigi, luka bakar, herpes, bisul, strok, jerawat, wasir, mengurangi rasa nyeri reumatik dan kanker. bila MILLIMIRISTIN diminum 5 – 10 tetes berfungsi sebagai antioksidan, antivirus, antibakteri, asam urat dan juga baik digunakan oleh penderita demam berdarah, cikungunyah, tifus, TBC, amandel, lupus, penderita kanker, penderita jantung, dan penderita penyakit tua (degeneratif). Kecendrungan sebagai antivirus lebih baik daripada antibakteri
Pada awal tahun 2008 diformulasi Jamu Milliherb obat luar berbentuk krim dan minyak adalah formulasi empirik yang sangat sederhana berbentuk krim Formula ke 3 untuk menghilangkan kutil, tahi lalat dan mata ikan dapat dihilangkan tanpa bekas. Ternyata Millikutil dapat digunakan campuran untuk jamu  sebagai obat dalam;  berguna sebagai anti bakteri, anti sakit, antiradang, luka, luka bakar, dandapat mengecilkan tumor/kanker.
Contoh sediaan Milligesic Oil  dapat digunakan untuk luka bakar, eksim, sporiasis, antivirus (herpes, cacar air, DBD, cikungunyah, toxo), tbc radang & nyeri (kanker, tulang, encok, dan urat kecepit); bisul, rasa sakit pada penderita lepra. nyeri pada tubuh, nyeri karena strok, benjolan bahkan benjolan karena tumor, luka kanker, tiroid, sakit gigi, sariawan, dan susut perut. Milligesic Oil untuk radang, mengecilkan tumor dan anti bakteri lebih baik dari pada Millimiristin.
Uji klinis pengobatan kanker, lepra, nefritis dan penyakit lain menggunakan kombinasi ke tiga jenis obat menjanjikan dan membuka peluang untuk mendapatkan hadiah Nobel. Selain formulasinya sederhana dan khasiat hanya dalam 3 hari dapat mengurangi rasa sakit penyakit kanker stadium IV yang sudah luka dan dalam seminggu dapat mengurangi rasa sakit sebaran kanker pada tulang, serta tidak mempunyai efek samping dan cara pengobatannya mudah. Pada akhir tahun 2007 jamu Milliherb mulai didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan. Empat belas (24) jenis produk telah keluar ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) dan 8 produk dalam proses pendaftaran dan sudah mempunyai sertifikat halal.
Bantuan promosi dari tahun 2004 sampai sekarang oleh Menristek dan Menperindak dalam pameran nasional dan internasional dapat meningkatkan pemasaran jamu Milliherb. Pada pertengahan tahun 2008 kami mendapatkan pembeli dari dokter spesialis kulit terkenal dengan pesanan berkisar antara 600 - 800 botol per bulan. 
Hadiah Nobel adalah mulut besar agar menarik perhatian masyarakat luas terutama para pakar kedokteran dan obat tradisional. Para pakar menganggap penemuan ini hanya mulut besar dan irasional, akan tetapi penemuan obat anti virus, anti kanker dan anti sakit nonsteroid serta non narkotik bukan omong kosong. Sedangkan penemuan obat modern untuk obat penyakit tersebut tidak berkembang meskipun memerlukan penelitian yang sangat mahal. Misal. Minum Milliturium & Milligesic oil dikombinasi dengan ketukan syaraf dapat menyembuhkan hipertiroid selama sebulan. Minum Millifeksi dan Millimiristin dapat menyembuhkan herpes dalam 5 – 10 hari herpes sembuh, herpes tidak berkembang dan tanpa efek samping menetapnya rasa  sakit.

STUDI KASUS
  1. Pengobatan kanker dengan jamu Milliherb
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan MILLITURIUM untuk pengobatan kanker dan tumor mulai dipasarkan  tahun 1999  sampai sekarang. Dari uji kasus selama 11 tahun terlihat seperti berikut:
1.      Pada umumnya  pasien menyatakan jamu ini dapat mengobati tumor payudara, siste indung telur, mium kandungan, sehari 3 kali 1 - 2 kapsul 3-6 bulan tergantung dari besarnya tumor, keputihan menahun 1-2 bulan ditambah Milligesic oil. Keberhasilan pengobatan ini bila tidak putus obat Insya Allah hampir 100 %, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegah penyakit. Minum 3 kali ao tetes, oleskan atau kompreskan MILLIGESIC OIL pada tumor temuan akhir tahun 2008 reaksinya lebih cepat.
2.      Empat belas (14) penderita kanker payudara minum sediaan ini dikombinasi dengan sediaan mencegah nyeri MILLIGESIK, selama enam (6) kali khemoterapi ternyata efek samping berkurang. Efek samping hanya rambut rontok dan rasa mual selama 30 menit. Tiga (3) orang penderita kanker payudara stadium lll menggunakan ini selama 8 bulan payu daranya mulai melunak dan lima (5) orang menggunakan obat ini selama 6 bulan setelah diperiksa kankernya tidak berkembang. Seorang pasien putus obat ternyata setelah 7 tahun kambuh kembali. Seorang pasien perempuan 45 tahun menderita kanker payu dara stadium III Januari 2008 menggunakan MILLITURIUM, MILLIMIRISTIN dan  MILLIGESIC OIL menyatakan benjolan mulai berkurang dan pengobatan sedang berjalan. Tiga pasien stadium IV (2008) dan 3 pasien (2010), menyebar ke tulang, hati  dan telah luka karena rasa sangat sakit menggunakan obat MILLITURIUM, MILLIGESIK, MILLIHEPAR, MILLIMIRISTIN dan luka dikompres disertai olesan ke seluruh bagian yang sakit dengan MILLIGESIC OIL ternyata dalam 3 hari rasa sakitnya mulai berkurang dan setelah 7 hari rasa sakit tulang mulai berkurang, kualitashidup meningkat.
3.      Seorang penderita kanker serviks atau leher rahim ( 56 tahun /2002) hanya minum 3 kali 1 kapsul selama 8 bulan menyatakan sembuh ( tidak dikombinasi dengan obat dokter). 2 dua orang menderita kanker leher rahim stadium III menjalani proses terapi dokter setelah selesai proses terapi dinyatakan negatif dan putus obat.
4.      Penderita kanker paru akut perempuan (73 tahun) dengan sinar X pada bukan Juni 2002 kelihatan di ujung paru dan setelah diperiksa lagi bulan Agustus 2002 kankernya melebar sampai 50 % paru. Beliau  minum Milliturium/ tumor dengan Milliasbat kontinyu selama 3 bulan dan selanjutnya tidak kontinyu, serta  tidak dikombinasi dengan obat dokter. Pasien tersebut sampai sekarang dalam keadaan sehat. Kasus ini adalah keajaiban.
5.      Satu pasien Pria (55 tahun) dan perempuan (30 tahun) kanker paru akut (2004) putus  obat dan tidak terpantau. Seorang pria 35 tahun (kanker paru) dari tahun 2005 sampai sekarang menggunakan MILLITURIUM, MILLIASBAT, dan MILLIMIRISTIN sampai 2008, tetapi penggunaan tidak terus-menerus. Seorang pria berumur 40 tahun (kanker paru telah menderita selama 2 tahun. Mulai berobat menggunakan Millturium, Millicento dan Millimiristin sejak bulan November 2007 pengobatan berlanjut sampai sekarang dan dalam keadaan sehatdan akhir tahun 2008 putus obat tidak terpantau.
6.      Enam (6) Pasien kanker stadium ke lV usus besar dan sudah parah menggunakan obat dokter, sediaan dikombinasi dengan penghilang rasa nyeri untuk menurunkan rasa sakit atau meningkatkan kualitas hidup. Keenam pasien putus obat setelah menggunakan 2 bulan, 4 orang tidak terpantau dan dua (2)  menggunakan obat tradisional Cina dan dokter. Seorang pria umur 70 tahun menderita kanker usus besar stadium IV sudah terasa sakit menggunakan  MILLITURIUM, dan MILLIMIRISTIN menyatakan dapat mengurangi rasa sakitnya, hanya menggunakan selama 3 bulan dan putus obat. Seorang   pria 52 tahun penderita kanker usus stadium IV menderita sakit yang sangat parah dan putus obat. Pasien ini tidak terpantau karena menggunakan lewat orang lain.  Pada Maret 2008 ada 2 orang perempuan menderita kanker usus besar stadium ke IV anus telah dipindahkan ke perut menggunakan Milliturium dan Millimiristin dan Millisusut perut untuk mengurangi rasa sakit dan meninggal akhir tahun 2008. Pada April 2008 ada seorang pria 45 tahun penderita kanker usus besar putus obat dan tidak terpantau
7.      Pada Maret 20008 ada seorang perempuan 45 tahun dan seorang pria 45 tahun menderita kanker isofagus stadium ke IV sudah menderita sakit dan pembengkakan di leher kanan dan kiri menggunakan Milliturium, Milligesik, Millimiristin dan Millisusut Perut setelah 3 hari menyatakan rasa sakit mulai berkurang dan tidak berobat ke dokter, setelah 6 bulan pengobatan putus obat dan tidak terpantau
8.      Pada Maret 2008 seorang pria pasien kanker prostat dan  kelenjar stadium ke IV sudah luka dan terasa sakit setelah 1 tahun dirawat di RSU  menggunakan Milliturium, Millimiristin, dan Millisusut perut untuk mengobati lukanya setelah satu minggu menyatakan rasa sakit mulai berkurang dan  meninggal sebulan kemudian.
9.      Ibu A umur 56 tahun pada Januari tahun 2007 penderita kanker leher rahim stadium III menjalankan pengobatan secara modern dari operasi, khemoterapi, dan radiasi ditambah konsumsi Milliturium sehari 3 kali 1 kapsul dan Millimiristin 3 kali 5 tetes berarti menggunakan 2 pot dan 1 botol trimiristin selama proses pengobatan tidak menderita efek samping kemoterapi atau dalam keadaan sehat. Setelah selesai semua proses terapi dinyatakan sembuh oleh dokter dan putus obat. Ibu B 56 tahun pada bulan oktober 2007 setelah operasi kanker leher rahim stadium II minum Milliturium dan Millimiristin setelah proses terapi modern selesai dinyatakan negatif dan putus obat.
10.  Pada awal tahun 2009 ada seorang ibu berumur 40 tahun kanker payu dara stadium ke III berobat ke Cina setelah 2 bulan di Cina pulang ke Indonesia, ternyata kankernya sudah menjalar ke tulang, teras sakit dan  dikemoterpi lagi di Indonesia. Selama kemoterapi menggunakan Milliturium, Millimiristin dan Milligesic Oil rasa sakit hilang dan putus obat.
11.  Pada awal 2009 seorang ibu umur 42 tahun kanker payu dara sudah luka berdimeter  10 Cm dan sakit, minum Milliturium, Millikunir dan Milligesic Oil setelah 3 bulan mulai tertutup dan dosis pengobatan dikurangi. Tidak pernah berobat ke dokter.
12.  Ibu E (awal 2009) 45 tahun kanker payudarastadium III berobat sampai sekarang berobat kankernya tidak berkembang.
13.  5 orang penderita kanker  di Kalimantan tidak terpantau karena dibelikan saudaranya berobat sejak tahun2009
14.  Penderita kanker sejak tahun 1999 – 2012 yang diberikan oleh orang lain tidak terpantau.

Keberhasilan pengobatan bila tidak putus obat Insya Allah kurang lebih 90 %, dinyatakan berhasil bila kualitas hidup meningkat dan perkembangan dinyatakan negative oleh dokter. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegah kekambuhan penyakit.



INDUSTRI KECIL OBAT TRADITIONAL JAMU MILLIHERB
Nama                  : SRIANA MILLIHERB (Perusahaan Perorangan)
Pemilik                : Sriana Azis Apt
Alamat                : Jl. Husada I/114, Komp. Depkes I, Jatibening, Bekasi.
Telepon                : 081514326270
Alamat tempat tinggal : Jl. Kasuari Raya 12, Kompleks Pajak Cipadu Jaya, tilp; 02173451041      
Nomor Izin Usaha :   443/7734/was, tanggal 30 Mei 2007
Jumlah sediaan       : 39 jenis yang terdaftar di POM 24 jenis.
Bahan baku utama  :
  1. Minyak induk untuk pembuatan Millimiristin dan Millikutil merupakan rahasia dagang antar kedua pimpinan perusahaan.
  2. Bahan baku sayuran, rempah dan tanaman obat Indonesia tidak beracun banyak di sekitar kita dan murah.
  3. SEDIAAN JAMU UNGGULAN
·         Stroke, urat kecepit, asam urat, reumatik, vertigo & rasa nyeri : MILLIGESIC, MILLIOTAK TONIC  & MILLIGESIC OIL.
·         Promotif : MILLIPASGAR/ XGRA;  MILLIMASGAR /WANITA, MILLISINGSET & MILLGESIC OIL.
·         Penyakit aliran darah: MILLIDARAH TONIC, MILLIKOLEST, MILLITENS. & MILLIDIAB
·         Gangguan organ tubuh: MILLIGINJAL TONIC, MILLIPROSTAT, MILLIMAAG, MILLIHEPAR , MILLIAMBE, MILLIJANTUNG TONIC, MILLIGESIC OIL DAN ATAU MILLIMIRISTIN.
·         Antivirus dan antibakteri: MILLIFEKSI, MILLIMIRISTIN DAN ATAU MILLIGESIC OIL.
·         Kanker : MILLITURIUM, MILLILEUKEMI, MILLIMIRISTIN & MILLIJESIC OIL

KERJASAMA YANG DITAWARKAN
  1. Beli putus Sriana Milliherb sediaan jamu kapsul, krim dan pemberian royalty untuk 3 produk rahasia dagang kepada pemilik Perusahaan Sriana Milliherb  yang akan ditetapkan bersama kedua perusahan.
  2. Pemilik Milliherb menjadi konsultan cara memproduksi jamu dan cara penggunaan jamu yang baik.
  3. Pemilik Milliherb menjamin bahwa formula jamu Milliherb tidak mengandung sesuatu yang melanggar hak cipta orang lain.
  4. Pemilik Milliherb membebaskan perusahaan yang bekerja sama dari segala tuntutan pihak ketiga berdasarkan hal yang dijaminnya pada tersebut di atas ini.


TUJUAN
Mencegah berkembangnya TCM (Tradisional China Medicine) di Indonesia karena obat tradisional Indonesia terutama Jamu Milliherb dapat menyembuhkan dan jauh lebih murah dari pada obat Cina.


MANFAAT
Meningkatkan kencendrungan kepercayaan masyarakat luas  teruatama orang Indonesia terhadap pengobatan trasisional Indonesia dengan ramuan tepat lebih baik dari obat tadisional Cina dan sangat murah. Sehingga jamu akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tamu di negeri orang.

Jumat, 06 September 2013

keputihan

keputihan: rebus selama 15 menit: 9 lembar daun sirih, 50 g kunyit, 50 g kunci, 3 pohon serai, pala 1, jeruk niipis 1, 50 ml air kapur, 50 g gula merah, air 2 liter dan garam secukup saring minum  sehari 3 x 1 cangkir. Untuk bilas: rebus 7 daun sirih, secangkir air kapur &  air 2 litr saring.