Sabtu, 30 April 2011

Pembuktian bahwa Khasiat 10 Sediaan Jamu Milliherbs Setara dengan Obat Modern berdasarkan Uji Kasus


    Pembuktian bahwa Khasiat 10 Sediaan Jamu Milliherbs Setara dengan  Obat Modern berdasarkan Uji Kasus
Sriana Azis
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan
Abstract
Over the past six years, I had 32 research formulas of Sriana's Milliherb from Indonesian's herbs. The formula consists of approximately 70 % vegetable and 30 % nontoxic Indonesian herbs.  The hypothesis of these medicines are: small dose (mg) and as the body system are in balance.  Usual dose is one capsule (350 mg dry herb), 3 – 6 times daily for treatment and once daily for prophylactic. Some of our products (formula for cancer, hepatitis, pain, kidney function, and diabetes) have been registered for getting property rights from Indonesia (P00200400356 and P00200500730)
The preparation, formulas, dilute substances, dose determines and uses of our formulas are different from homeopathy introduced by S.Hahnemann MD.  The substances in our formula are diluted with another herbs, which have similar effect. 
Our medicines have promising result for the treatment of several diseases. We studied onley some cases e.g., antioxidan, asthma, bronchitis, cirrhosis, diabetes, flu, hepatitis A,B,C, nephritic syndrome,  infection, hypercholesterol & hypertension, heart tonic, pane & reumathic,
Marketing of new herb products are not easy, must be readily available to the patient when and if demand created.
Obyective To study of cases clinical trial 12 Milliherbs Medicine that is efficacy, relatively safe, cost effective, and affordable as a solution for many of our nations health care problem.
Result   After seven years of observation from the case studies, about 10 products showed the efficacy in treating some medical problems. In some cases observed, these medicines have the efficacy of approximately 90 %, and have no adverse events, with relatively small doses used.. In addition, the effication this medicines similar with modern drugs
Key word :   marketing, Milliherb                                                                                                                                                                 









Latar Belakang

Jamu Millherbs atau Miliherba adalah proses dan pemanfaatan formula jamu Milliherbs temuaan Sriana Azis Apt. dengan nomor pendaftaran paten P00200400356 dan P00200500730. Hipotesis Jamu Milliherb berarti dalam dosis dalam milligram kering/ ekstrak dapat memperbaiki/ meningkatkan keseimbangan dan fungsi tubuh. Bahan yang digunakan adalah sayuran dan tumbuhan  mudah didapat dan tidak beracun. Dasar pembuatan jamu ini adalah Insya Allah semua penyakit ada obatnya,homeostasis,  dan hipotesis homeopati S. Hahnelmann MD (1796) dosis kecil dan cara kerjanya meningkatkan keseimbangan tubuh. Sedangkan proses pembuatan, cara pembuatan formula, cara pengenceran dan bahan pengencer, penamaan, kaedah penggunaan  dan penetapan dosis berbeda dengan homeopati S.Hahnelmann. 
. Tanaman obat Indonesia banyak digunakan dan dibudidaya oleh negara lain  (Eropah, Amerika, Australia, Cina), tetapi di Indonesia sendiri diabaikan. Produsen jamu Indonesia cenderung menggunakan bahan baku dari luar negeri misalnya glingkobiloba, gingseng, jamur linci dll. Sebenarnya tanaman obat tersebut dapat diganti dengan bunga teleng sudah diteliti di luar negeri dapat digunakan sebagai tonik otak. Gingseng dapat diganti dengan samrego atau pasak bumi atau som jawa.
Meskipun telah diketahui kasiat empiris herba sangat beracun atau telah diteliti secara preklinis berbagai jenis tumbuhan tetapi penetapan dosisnya sangat tinggi, kadang mendekati Ld 50 masih digunakan sebagai jamu.  Oleh karena iu seharusnya ada Buku Panduan Herba yang aman untuk jamu  dari Pemerintah, sehingga masyarakat tidak latah menggunakan herba yang sangat beracun. Sediaan jamu pada umumnya mempunyai berat 7 gr kering, manfaatnya dinyatakan preventif atau promotif bukan obat. Mitos ini sebenarnya kurang tepat karena belum ada teori dan penelitian yang mendukung pernyataan tersebut.
 Pengobatan Milliherb  adalah dosis kecil (mg) sebagai aktifaktor untuk meningkatkan keseimbangan dan fungsi tubuh, belum berkembang di Indonesia dan demilian pula homeopati (dosis kecil) telah sukses di Perancis, Jerman, India, Amerika Latin, Inggris, Australia, dan Amerika.
Oleh karena itu diadakan penelitian proses pembuatan dan pemanfaatan formula jamu Milliherb sejak tahun 1998 dan sampai sekarang telah dibuat 32 formula. Sesuai dengan  filosofi homeopati bahwa uji obat ini tidak perlu diuji cobakan pada binatang tetapi langsung pada manusia dengan jumlah sample 100 orang, karena dosisnya sangat kecil.
Penelitian ini merupakan penelitian pribadi dan uji kasus, dikatakan sembuh bila gejala hilang dan sebagian pasien memeriksakan ke laboratorium. Keberhasilan obat ini lebih besar dari 90 % dan kegagalan pengobatan disebabkan karena putus obat atau beralih ke obat lain.
Masalah : Tanaman  obat Indonesia tersebar luas dan belum dimanfaatkan sebagai obat secara maksimal, karena belum ditemukan formula dan dosis yang tepat untuk mengobati penyakit yang spesifik.
Tujuan : hasil pengamatan uji kasus pemanfaatan 10 sediaan jamu Milliherbs untuk membuktikan bahwa jamu Milliherbs bukan obat alternatif tetapi seperti obat modern (kimia) dapat menyembuhkan penyakit
Bahan dan cara : dikumpulkan dari hasil pengamatan uji kasus  pada pasien yang berobat menggunakan jamu Milliherbs berdasarkan laporan pasien, pengobat, dokter dan pemasar dari mulut kemulut.
Desain penelitian : cross sectional
Penelitian  : analisis secara diskriptif tentang uji kasus jamu Milliherbs dan keberhasilannya. Sampel adalah pasien yang melaporkan keberhasilan jamu Milliherbs yang digunakan.
Hipotesis : Jamu Milliherbs digunakan sebagai obat atau dapat menyembuhkan bukan obat alternatif.
Pengolahan data : analisis secara diskriptis.
Keterbatasan penelitian:
1.      karena keterbatasan dana dan penelitian dilakukan sendiri maka tidak dapat dilakukan uji klinik nonblindness maupun blindness
2.      kebanyakan dokter dan masyarakat menengah keatas belum percaya akan  khasiat jamu  Milliherbs sejajar dengan obat modern. 
3.      peraturan perundangan yang kurang mendukung pengembangan dan pemanfaatan obat tradisional.
4.      sebagian produk ini meskipun telah mempunyai nomor pendaftaran paten tetapi belum terdaftar di Departemen Kesehatan.
5.      banyak pasien berpenyakit parah atau sukar disembuhkan menganggap jamu Milliherbs seolah-olah jampi- jampi, bila kurang cepat sembuhnya putus obat dan mencari jampi-jampi lainnya.

Pengertian pengobatan Milliherbs
Jamu Milliherbs adalah proses dan pemanfaatan formula jamu temuan Sriana Azis Apt. dengan nomor paten P00200400356 dan P00200500730. Jamu Milliherb adalah ramuan jamu lebih dari 30 jenis bahan herbra yang tidak beracun dengan dosis kecil (500 mg kering) untuk meningkatkan keseimbangan dan fungsi tubuh. Dasar pembuatan jamu ini adalah Insya Allah semua penyakit ada obatnya, homeostasis dan hipotesis homeopati S. Hahnelmann MD (1796) dosis kecil dan cara kerjanya. Sedangkan proses pembuatana, cara pembuatan formula, cara mengencerkan dan bahan pengencer, tata cara penamaan, penetapan dosis dan kaidah penggunaan obat  berbeda dengan  homeopati S.Hahnelmann MD..
Tumbuhan yang digunakan adalah tumbuan  yang mudah didapat, sayuran, dan tidak beracun. Tanaman obat Indonesia banyak digunakan dan dibudidaya oleh negara maju dan Cina, tetapi di Indonesia sendiri diabaikan. Produsen jamu Indonesia cenderung menggunakan bahan baku dari luar negeri misalnya glingkobiloba, gingseng, jamur linci dll. Sebenarnya tanaman tersebut dapat diganti dengan bunga teleng sudah diteliti di luar negeri dapat digunakan sebagai tonik otak. Gingseng dapat diganti dengan samrego atau pasak bumi atau som jawa.
Dalam pengajuan paten pertama kali bernama Proses Pembuatan dan Pemanfaatan Formula Jamu Naturopati-homeopati agar tidak rancu dengan homeopati yang mempunyai kaidah penggunaan yang sangat rumit, maka diganti nama menjadi Proses Pembuatan dan Pemanfaatan 5 Formula  Jamu Milliherbs
Penggunaan obat Milliherbs melputi  untuk pengobatan 3 kali sehari 1 - 2 kapsul (± 500 mg) dan  untuk pencegahan setiap hari 1 kapsul (± 500 mg) herba kering. Dari hasil uji kasus ternyata dengan dosis tersebut di atas dapat menyembuhkan penyakit, keberhasilan mencapai lebih dari 90 %. Kegagalan pengobatan pada umumnya karena mereka putus obat atau beralih ke pengobatan lain. Hal tersebut perlu dibuktikan oleh karena itu dilakukan penelitian ini.
Di Indonesia belum ada peraturan perundangan tentang uji klinik untuk obat herba berdosis kecil, sedangkan di Amerika, Eropah dan negara maju lainnya ada peraturan tentang obat herba yang berdosis kecil (mg) herba kering tidak perlu uji preklinik tetapi langsung uji pada manusia.
Oleh karena itu Jamu Milliherbs karena keterbatasan dana hanya dilakukan uji kasus untuk membuktikan keberhasilannya.

Pembahasan dan Hasil Uji Kasus  Jamu Milliherbs
            Menurut Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alam (PSOBA) Universitas Indonesia, Prof. Sumali Wirjowidagdo, secara empiris jamu tradisional memang sudah digunakan sejak lama. Ini membuktikan jamu mempunyai khasiat tertentu bagi kesehatan. Khasiat tersebut ada yang tidak langsung atau membutuhkan beberapa saat, tetapi ada reaksinya cepat. Jamu memberikan reaksi halnya obat modern, berarti jamu adalah obat.
Di Eropah obat herba (jamu) dikatagorikan sebagai obat. Namun di Indonesia banyak yang menyebut jamu sebagai obat alternative. Padahal sebenarnya jamu adalah obat biasa layaknya obat modern (kimia), karena memiliki senyawa yang berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu.
Oleh karena itu diperlukan pembuktian secara ilmiah tentang khasiat jamu MILLIHERBS. Dosis lazim jamu MILLIHERBS kecil 350 – 500 mg herba kering dan dibuat dari sayuran serta tumbuhan obat yang tidak beracun,  sesuai dengan peraturan di luar negeri tidak perlu dilakukan preklinis tetapi lasung klinis.
Uji kasus diamati dari produk unggulan jamu Milliherbs dan telah mendapatkan  insentif perolehan paten dari  Menteri  Riset dan Tehnologi tahun 2004 dan 2005. Pengamatan uji kasus dilakukan selama menjadi pengobat  dari tahun 1999 – 2005
Formula (1) jamu menghambat/ mencegah pertumbuhan kanker/ tumor
Penggunaan sediaan ini tidak perlu diuji cobakan kepada binatang, tetapi langsung pada manusia, karena dosisnya sangat kecil sesuai dengan peraturan di luar negeri.
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan kanker/tumor ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Turium kanker/tumor) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 2327 pot. Hasil pengamatan keberhasilan pemanfaatan Turiumkanker/tumor seperti terlihat di bawah ini:
1.      Pada umumnya pasien menyatakan jamu ini dapat mengobati  tumor payudara, siste indung telur, mium kandungan, sehari 3 kali 1 kapsul 3 – 6 bulan tergantung dari besarnya tumor; keputihan menahun 1 – 2 bulan. Keberhasilan pengobatan ini bila tidak putus obat Insya Allah hampir 100 %, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau dilakukan pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak penyakit.
2.      Empat belas (14) penderita kanker payudara minun sediaan ini dikombinasi dengan sediaan mencegah nyeri (perumgesik), selama 6 (enam) kali khemoterapi ternyata efek samping berkurang. Efek samping hanya rambut rontok dan rasa mual selama 30 menit. Tiga (3) orang penderita kanker payu dara stadium III menggunakan obat ini selama 8 bulan payu daranya mulai melunak dan lima (5) orang menggunakan obat ini selama 6 bulan setelah diperiksa kankernya tidak berkembang. Mereka berobat sampai sekarang.
3.      Seorang penderita kanker serviks (56 tahun) hanya minum sehari 3 kali 1 kapsul selama 8 bulan menyatakan sembuh (tidak dikombinasi dengan obat dokter).
4.      Penderita kanker paru akut perempuan (73 tahun) minum sediaan  ini dan dikombinasi dengan mencegah batuk (Zingubatuk) sehari 3 kali  1 kapsul (tidak dikombinasi dengan obat dokter) dari Agustus 2002 s/d sekarang dalam keaddaan sehat. Satu pasien pria (55 tahun) dan perempuan (30 tahun) paru akut putus obat dan tidak terpantau.
5.      Enam (6) pasien kanker stadium ke IV dan sudah parah menggunakan obat dokter, sediaan  dikombinasi dengan penghilang rasa nyeri untuk  menurunkan rasa sakit atau meningkatkan kualitas hidup. Kelima pasien putus obat setelah menggunakan 2 bulan, 4 orang tidak terpantau dan dua (2) mengunakan obat tradisional Cina dan obat dokter.
6.      Pasien lain tidak terpantau karena menggunakan lewat orang lain.
Keberhasilan pengobatan nomor 1, 2, dan 3,  bila tidak putus obat Insya Allah kurang lebih 100 %, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau dilakukan pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Keberhasilan pengobatan nomor 4 tanpa pengobatan dokter terlihat 33 % berhasil dan 67 % tidak berhasil karena putus obat.  Pernyataan berhasil  karena gejala hilang. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bila tidak putus obat terutama untuk pasien yang yakin keberhasilannya lebih besar dari 90 %, effikasi lebih baik dari obat modern terutama bagi orang yang telah yakin dan tidak menggunakan obat modern. Pembengkakan, luka, dan rasa sakit dapat diredam oleh Kokomiristin dioleskan, dikompres, dan diminum 3 kali 3 – 5 tetes per hari

Formula  (2) jamu mencegah/menghambat pertumbuhan penyakit hati.
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan mencegah/menghambat pertumbuhan penyakit hati ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Curiumhepar) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 1326 pot. Hasil pengamatan keberhasilan 78 pasien yang menggunakan Curiumhepar seperti terlihat di bawah ini:
·         Pada umumnya pasien  menyatakan jamu ini dapat mengobati hepatitis A (3 bulan) dan hepatitis B (6 bulan), 3 kali 1 kasul per hari selanjutnya minum setiap hari 1 kapsul selama 1 tahun, dan 1 pasien berhenti dan menggunakan obat lain.
·         1 pasien hepatitis C akut menggunakan setiap hari 3 kali satu kapsul ditambah sediaan memperbaiki fungsi ginjal invensi ini selama 2 minggu pendarahannya berhenti, dan kesehatannya terus membaik pengobatan putus setelah 8 bulan, gejala timbul lagi berobat selama 3 bulan terhenti lagi, pasien dalam keadaan sehat.
·         2 orang pasien hepatitis C menggunakan sampai sekarang pasien dalam keadaan sehat.
·         2 orang pasien hepatitis C menggunakan tetapi tidak terus-menerus dan menggunakan pengobatan lain.
·         2 pasien leukimia kronis ditambah obat utuk kelainan darah dapat memperpajang waktu timbulnya penurunan Hb dan meningkatan kadar trombosit, setelah 3 bulan putus obat.
·         Sebagian pasien tidak terdeteksi karena pembeliannya melalui teman atau dokter.
Keberhasilan pengobatanhepatitis A, B, C,  bila tidak putus obat Insya Allah kurang lebih 90 %, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau dilakukan pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena bila digunakan 3 kali 2 kasul, pasien terasa sudah dapat melakukan aktifitas setelah beristirahat selama 3 hari.

Formula  (3) jamu mencegak/ menghambat, menurunkan rasa nyeri.
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan menurunkan rasa nyeri ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Perumgesik) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 2433 pot. Hasil pengamatan keberhasilan lebih dari 500 pasien karena sering dikirimkan untuk bantuan bencana di Aceh, banjir di DKI, jemaah haji  yang menggunakan Perumgesik seperti terlihat di bawah ini:
  • Pada umumnya pasien menyatakan jamu ini dapat menghambat / menghilangkan rasa nyeri dari keropos tulang, rematik,  asam urat dan urat kecepit keberhasilannya hampir seluruh pasien merasa gejala berkurang atau hilang.
  • Empatbelas (14) pasien kanker menggunakan selama pengobatan kemoterapi dikombinasi dengan obat tumor/ kanker  ternyata selama 6 kali kemoterapi terasa sehat.
  • Lima (5) pasien kanker stadium ke IV dikombinasi dengan obat tumor/ kanker invensi ini dapat menurunkan rasa sakit atau meningkatkan kualitas hidup.
  • Tujuh (7) pasien strok karena diabet dikombinasi dengan obat diabet invensi ini dapat mengurangi rasa sakit, rasa kebas, kadar gula menjadi normal, dan mempercepat pemulihan gerakan.
  • Enam (6) pasien strok karena hipertensi dikombinasi dengan obat pencegah kolesterol/ hipertensi dapat mengurangi rasa sakit, rasa kebas, tekanan darah turun dan mempercepat pemulihan gerakan.
  • Lima (5) pasien TBC tulang dikombinasi dengan Centelosis (obat tbc) dapat mengurangi rasa linu dan dapat berjalan tanpa menggunakan alat Bantu.
  • Pasien lain belum dapat terpantau karena mendapatkan invensi ini dari orang lain.
Keberhasilan pengobatan dengan Perumgesik,  bila tidak putus obat Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau dilakukan pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena bila digunakan 3 kali 2 kasul, pasien terasa sudah dapat melakukan aktifitas setelah beristirahat selama 3 hari.
Effektifitas jamu ini dinyatakan lebih lambat  dari obat modern, tetapi bertahan dan mengurangi kekambuhan bila diminum secara rutin. Oleh karena itu dikombinasi dengan obat gosok Kokomiristin keberhasilannya cepat dan menghilangkan pembengkakan.

Formula  (4)  jamu meningkatkan funsi ginjal.
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan meningkatkan fungsi ginjal (Pentabatugin) ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Pentabatugin) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 755 pot. Hasil pengamatan keberhasilan 95 pasien yang menggunakan Pentabatugin seperti terlihat di bawah ini:
·         Pada umumnya pasien menyatakan jamu ini dapat mengobati bocor ginjal (1 – 2 pot), infeksi ginjal / saluran kemih ( ½ - 1 pot) dan batu ginjal (4 – 6 pot)
  • Gangguan fungsi ginjal karena hepatitis (5 0rang).
  • Gangguan fungsi ginjal karena penyakit jantung (2 orang).
  • Seorang pasien bocor ginjal diikuti cuci darah, setelah enam bulan putus obat dan tidak terpantau.
  • Dua orang dinyatakan gagal ginjal, seorang perempuan (62 tahun)karena tidak mampu menggunakan jamu ini 3 kali 2 kapsul per hari setelah 3 bulan dinyatakan sembuh dari pemeriksaan laboratorium, selanjut minum 2 kali 1kapsul per hari. Seorang pasien pria (45 tahun) gagal karena putus obat akhirnya dicuci darah.
  • Dua orang pasien cuci darah putus obat hanya menggunakan dalam sebulan.
Keberhasilan pengobatan dengan Pentabatugin,  bila tidak putus obat Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau dilakukan pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena tidak ada obat modern yang dapat memperbaiki fungsi ginjal, karena obat modern sebagai diuretic tetapi mineral dan proteinya ikut keluar, sedangkan obat tradisonal sebagai diuretic tetapi mineral dan proteinya tidak ikut keluar.

Formula  (5) jamu menurunkan gula darah
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan menurunkan gulaini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Vinadiabet) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 1632 pot. Hasil pengamatan keberhasilan lebih dari  87 pasien menggunakan Vinadiabet seperti terlihat di bawah ini:
·         Pada umumnya  pasien menyatakan jamu ini dapat menurunkan  gula darah tenyata semua pasien menyatakan bahwa obat ini dapat menurunkan gula-darah dan diikuti oleh penurunan kolesterol dan trigliserida. Sebagian pasien ada yang menghentikan obat dokter , tetapi setiap 3 bulan diuji  gula -darah dalam batas rendah bagi pasien diabet atau normal. 
·         7 pasien strok karena diabet dikombinasi dengan dengan perumgesik mengurangi rasa nyeri dapat mengurangi rasa sakit, rasa kebas, kadar gula menjadi normal, dan mempercepat pemulihan gerakan.
·         Data lain belum terpantau.
Keberhasilan pengobatan denganVinadiabet,  bila tidak putus obat Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau dilakukan pemeriksaan laboratorium dinyatakannormal. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit. Telah digunakan oleh beberapa dokter spesialis.
Effektifitas jamu ini dinyatakan bahwa obat ini sebagai aktif faktor untuk lebih mengaktifkan obat modern dan menurunkan dosis sampai yang terendah. Karena banyak pasien yang menggunakan obat tersebut bila menghentikan obat modern gula darahnya yang biasanya dalam keadaan nomal menjadi naik.

Formula  (6) pemanfaatan untuk mencegah/menurunkan kolesterol dan hipertensi,
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan menurunkan kolesterol dan hipertensi ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Pamasegar) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 1647 pot. Hasil pengamatan keberhasilan dari 167 pasien yang menggunakan Pamasegar seperti terlihat di bawah ini:
·         Pada umumnya  pasien menyatakan jamu ini dapat menurunkan / menormalkan kolesterol dan diikuti dengan turunnya  hipertensi dan trigliserida.
·         6 pasien strok karena hipertensi dikombinasi dengan Milliherbs mengurangi rasa nyeri dapat mngurangi rasa sakit, rasa kebas, tekanan darah turun dan mempercepat pemulihan gerakan.
·         Data lain belum terpantau.
     Keberhasilan pengobatan dengan Pamasegar,  bila tidak putus obat Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau dilakukan pemeriksaan laboratorium dinyatakannormal. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena bila digunakan 3 kali 1 kasul, 2 minggu kemudian diperiksa ke laboratorium sudah menjadi normal, selanjutnya untuk pencegahan diminum setiap hari satu sampai dua kapsul tergantung pola makannya.
Formula (7) pemanfaatan untuk   mencegah/menghambat  hemoroid/ambeyen/wasir,
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan mencegah wasir ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Pamasegar) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 1647 pot. Hasil pengamatan keberhasilan dari 420 pasien yang menggunakan Pamasegar seperti terlihat di bawah ini:
  • Pada  umumnya pasien menyatakan jamu ini dapat mengobati penyakit hemoroid/ ambeyen eksternal dan internal, serta untuk sembelit. Untuk penderita  berumur di bawah 40 tahun menggunakan tidak sampai 1 pot dan jangka waktu kambuhnya lama. Untuk pederita berumur di atas 40 tahun menggunakan 1 – 2 pot dan waktu kambuhnya lebih pendek.
  • Dua  pasien penderita kanker usus besar setelah dioperasi menggunakan invensi ini dan dikombinasi dengan Turiumkanker, kedua pasien putus obat.
  • Data lainnya belum terpantau.
Keberhasilan pengobatan dengan Ngukurwasir,  bila tidak putus obat Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena bila digunakan 3 kali 1 kasul, selama tiga hari pasien terasa sudah terasa nyaman.

Formula (8) pemanfaatan untuk tonik jantung
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan tonik jantung  ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 2000 sampai sekarang, produksi (tonik jantung) telah dipasarkan selama 6 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 421 pot. Hasil pengamatan keberhasilan dari 55 pasien yang menggunakan Tonik Jantung seperti terlihat di bawah ini:
·         Keberhasilan sediaan tonik jantung  digunakan pada gangguan jantung  sehari 3 X 1 kapsul sampai gejala hilang. Mereka menyatakan sehat dan menggunakan obat ini sampai sekarang.
·         Dua orang pasien jantung bawaan putus obat karena sudah sembuh.
Keberhasilan pengobatan denganTonik Jantung,  bila tidak putus obat Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena bila digunakan 3 kali 2 kasul, selama sehari sudah merasa nyaman, sesak nafas berkurang dan kolesterol turun. Bila dikombinasi dengan Kokomiristin Mn diminum 3 kali 3 tetes lebih baik sesak nafasnya hilang dan dapat beraktifitas..

Formula (9) pemanfaatan untuk antiinfeksi
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan antiinfeksi ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 2001 sampai sekarang, produksi (Antiinfeksi) telah dipasarkan selama 4 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 851 pot. Hasil pengamatan keberhasilan lebih dari 500 pasien karena sering dikirimkan untuk bantuan bencana di Aceh, banjir di DKI, jemaah haji  yang menggunakan  Antiinfeksi seperti terlihat di bawah ini:
§  Pada  umumnya pasien menyatakan jamu ini dikombinasi dengan Zingubatuk dapat mengobati demam, batuk pilek dalam 3 –5 hari dan untuk sinusitis dan asma selama 1 – 2 minggu.
§  Tifus dikombinasi dengan obat dokter mempercepat kesembuhan.
§  Untuk demam berdarah dan sediaan Tambah Darah setiap 3 jam 1 kasul disertai minum satu gelas teh,  air madu,  seduan jahe, jus jambu atau buah lainnya, dalam 3 hari trombositnya akan normal.
§  Untuk penyakit campak 3 kali 1 –2 kapsul per hari disertai minum yang banyak.
§   Untuk tbc dikombinasi dengan invensi ini untuk tbc
§  Data lainnya belum terpantau.
Keberhasilan pengobatan dengan Antiinfeksi terutama untuk penyakit yang disebabkan virus pengobatannya lebih cepat dibandingkan penyakit karena bakteri. Penyembuhan penyakit karena bakteri  harus dikombinasi dengan obat dokter,  Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena bila digunakan 3 kali 2 kasul untuk pasien demam berdarah diinfus atau setiap 2 jam minum satu gelas air/teh/jus manis, selama 3 hari penyakit tidak berkembang dan trombosit naik sampai normal. Bila dikombinasi dengan Kokomiristin Mn 3 kali 3-5 tetes  pasien terasa sudah dapat melakukan aktifitas setelah beristirahat selama 3 hari.

Formula (10) pemanfaatan untuk menghambat/mencegah asma
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan mencegah asma ini pada pasien. Produk ini telah dipasarkan sejak  tahun 1999 sampai sekarang, produksi (Zingubatuk) telah dipasarkan selama 7 tahun dengan jumlah produksi sampai tahun 2005 sebesar 1645 pot. Hasil pengamatan keberhasilan lebih dari 500 pasien karena sering dikirimkan untuk bantuan bencana di Aceh, banjir di DKI, jemaah haji  yang menggunakan Zingubatuk seperti terlihat di bawah ini:
  • Pada  umumnya pasien menyatakan jamu ini dapat mengobati batuk-pilek selama 5 hari 3 kali 1 kapsul per hari,  asma (1- 2 pot), dan sinusitis (1- 2 pot), bila dikombinasi dengan antiinfeksi invensi ini akan lebih cepat sembuhnya.
  • Seorang pasien penderita kanker paru akut (73 tahun, perempuan)  menggunakan invensi ini dan dikombinasi dengan Turiumkanker dalam keadaan sehat sampai sekarang (tidak dikombinasi dengan obat dokter).
  • Data lainnya belum terpantau.
Keberhasilan pengobatan dengan Zingubatuk terutama digunakan untuk asma, flu, radang tenggorokan, sinusitis, batuk tidak sembuh-sembuh, Insya Allah lebih dari 90 % berhasil, dinyatakan berhasil bila gejala hilang. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegak kekambuhan penyakit.
Effektifitas jamu ini dinyatakan melebihi dari obat modern karena bila  pasien terasa tidak sesak nafas setelah minum 2 kapsul jamu ini. Bila dikombinasi dengan antiinfeksi dan atau Kokomiristin 3 tetes dapat lebih cepat reaksinya dan kekambuhannya jarang terjadi.

Formula Temuan Baru Akhir Tahun 2005

            Kokomiristin adalah melarutkan jamu dalam beberapa minyak nabati dan minyak atsiri. Dari produk ini dihasilkan dua produk:
·         Kokomiristin Mn untuk minum sebagai antioksidan, sariawan, tonik, sakit gigi,  antiinfeksi, dengan dosis 3 – 5 tetes.
·         Kokomiristin (oles dan minum) untuk , menghilangkan rasa nyeri karena kanker, sariawan, sakit gigi, herpes, luka bakar, bisul, jerawat, batuk parah, tonik,  rematik, strok, dan penyakit kulit lainnya dengan dosis 3 –5 tetes.
      Obat ini keberhasilannya lebih dari 90 %  dan cepat reaksinya, dipasarkan mulai bulan November 2005 setiap bulan terjual 50 botol.

Kesimpulan dan Saran
Dari hasil pembahasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa jamu Milliherbs dapat dapat menembuhkan penyakit setara bahkan dapat lebih efektif dari pada obat modern.
Jamu dari tumbuhan obat Indonesia dengan formulasi yang tepat dan berdosis kecil  khasiatnya menjanjikan dan pilihlah herba yang tidak beracun, hasilnya menjanjikan. Jamu dapat menyembuhkan dengan harga murah terutama bagi penyakit yang sukar obatnya dan dengan harga terjangkau  dan perawatannya lebih murah.
 Oleh karena itu kami mengharapkan peran serta pemerintah dalam peraturan perundangan, dan membantu penelitian lebih lanjut, serta menjembatani agar produk tersebut dapat dipasarkan dan sampai pada masyarakat yang membutuhkan

BUKU RUJUKAN
1.      Girdano, Everly,& Dusek, 1985, Experencing Health, Prentice-Hall.Inc. Englewood Clift, New Jersey, halaman 413 – 431.
2.      .Lee, Thomas.S., 1998 –2001, What is Naturopathic Medicines, Naturopadoc LCC, .
3.      Fischbacher. E. Mc., The Medical Science of homeopathy, homeopathy home page, Arnica com.
4.      Bagh. Karol, Overview of Homoepathy, Health & Family Walfare, Delhi Govt.
5.      .Cook. Trevor. M.,Homeopathic Pharmacy, Arnica.
6.      Homeopathy Works, A guide for Taking Homeopathic Remedies, Washinton Homeopathic Product.
7.      Perry L.M., 1981, Medicinal Plant of East and Southeast Asia, The Mitt Press Cambridge, Mssachussetts.
8.      Dr Duke’s Phytochemical and Ethnobotanical, database, 2003, Argiculture Research Center, Betsville, Maryland.
9.      Medika, 09-03-2006, Harian Republika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar