Jumat, 21 Desember 2012

PROPOSAL KERJASAMA PEMBUATAN INDUSTRI JAMU MILLIHERB DAN RSU



 PROPOSAL KERJA SAMA PEMBUATAN INDUSTRI JAMU MILLIHERB DAN RSU TERAPI KETUKAN SYARAF DENGAN JAMU MILLIHERB



LATAR BELAKANG

      Di Indonesia prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%) setelah stroke, TB, hipertensi, cedera, perinatal, dan DM (Riskesdas2007). Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2006, kanker terbanyak pada pasien rawat inap adalah kanker payudara (19,64%), disusul kanker leher rahim (11,07%), kanker hati dan saluran empedu intrahepatik (8,12%), Limfoma non Hodgkin (6,77%), dan Leukemia (5,93%). Leukemia merupakan kanker yang sering terjadi pada anak.
Sementara itu berdasarkan data registrasi kanker berbasis rumah sakit di DKI Jakarta tahun 2005, kanker pada anak usia 0-17 tahun terbanyak adalah leukemia (33,7%), neuroblastoma (7%), retinoblastoma (5,3%), osteosarcoma (4,8%), dan Lyphoma Non Hodgkin (4,8%). Kanker pada anak merupakan 4,9% dari kanker pada semua usia. Kanker pada anak lebih banyak menyerang laki-laki (53,5%) daripada perempuan (46,5%), kata Menkes.
     Pengobatan secara konvensional dilakukan tiga tahap; operasi hanya boleh dilakukan pada  kanker stadium Ia dan tidak boleh dilakukan pada kanker stadium lebih tinggi; kemoterapi dan penyinaran. Pengobatan kanker membutuhkan biaya tinggi dan efek samping yang menyakitkan. Apalagi dokter di Indonesia sering melakukan operasi pada penderita kanker diatas stadium Ia (irasional). Hal  ini menyebabkan mempercepat penyebaran, harta habis dan kesakitan meningkat sehingga menimbulkan stress pada pasien dan keluarganya.
       Dari studi kasus penggunaan jamu Milliherb untuk pengobatan tumor dan kanker selama 12 tahun. Dari hasil pemantauan setelah 2 minggu pemberian jamu ini ternyata telah ada perbaikan dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 – 6 bulan tergantung dari besarnya tumor. Sedangkan kanker digunakan untuk selamanya. Obat yang digunakan adalah campuran  jamu Milliturium 6 kali 2 kasul, Milligesic oil dan Millimiristin 6 kali 10 tetes, MILLIGESIC OIL dioleskan, dan dikompreskan ke benjolan, ternyata setelah 6 bulan kemudian diuji  laboratorium ternyata ca test menurun dan tidak ada peningkatan stadium. Pada gejala sebarannya. Keberhasilan > dari 90 %, ketidak berhasilan disebabkan putus obat, dan tidak terlihat adanya efek samping.
Pada permulaan Januari tahun 2012 ditemukan metode KETUKAN SYARAF. Ketukan syaraf adalah fisioterapi atau pijat untuk mengetuk atau merangsang  syaraf perifir untuk memperlancar aliran darah.
            Tujuan: adalah untuk melancarkan aliran darah di seluruh tubuh, tempat terasa sakit untuk menghilangkan gejala, rasa sakit, mengecilkan radang  dan atau tumor agar semua penyakit dapat sembuh dengan cepat. Memenuhi moto “SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA”
            Hipotesis : Aliran darah yang lancar dapat menyembuhkan segala macam penyakit karena dapat meningkatkan fungsi dari semua organ tubuh.
            Cara kerja : Dengan ketukan di atas kulit atau pada syaraf perifir dengan tusuk gigi dapat mengaktifkan urat nadi atau syaraf perifir. sehingga aliran darah seluruh tubuh menjadi lancar, sehingga semua penyakit cepat sembuh.
            Manfaat ketukan syaraf dikombinasi dengan jamu Millherb : Dapat mempercepat  kesembuhan penyakit, menghilangkan rasa sakit, radang dan  mengecilkan tumor atau kanker. Metode ini sangat manjur, murah  dan  dapat dilakukan sendiri untuk  stroke, migraine & vertigo, urat kecepit dan patah tulang, keropos tulang, reumatik, tumor & kanker, penyakit mata, penyakit perut, penyakit infeksi, penyakit penuaan, penyakit gangguan darah, dan perawatan tubuh.
Terapi ketukan syaraf ini dapat dilakukan sendiri oleh semua orang terutama sangat diperlukan untuk pertolongan pertama mengatasi penyakit oleh masyarakat pedesaan yang tidak terjangkau pelayanan kesehatan pemerintah. Untuk mencapai “INDONESIA SEHAT 2012”
Faktor pendorong penggunaan obat herbal dan fisioterapi di negara maju antara lain adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronis meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu (seperti kanker, lupus), serta meluasnya akses informasi mengenai obat herbal dan fisioterapi di seluruh dunia.   
            Penelitian obat herbal sangat sukar dan kompleks, misal pengakuan dan konsistensi sebagai obat suatu penyakit berdasarkan senyawa kimia dalam tumbuhan sesuai dengan obat modern. Percobaan uji klinik tidak dapat sesuai dengan obat modern, seringkali terjadi efek tidak spesifik untuk pengobatan. Dalam beberapa hal fitoterapi modern dan fisioterapi adalah plasebo efek tinggi sampai sangat  tinggi   dan tanpa zat pembanding karena zat aktif dari tanaman sangat sukar diisolasi dan efek fisioterapi sukar dibuktikan secara ilmiah..Meskipun begitu para praktisi atau pengobat meyakini tentang khasiat dari ramuan dan fisioterapi dengan cara melakukan pengobatan kepada banyak orang sehingga khasiat ditentukan sesuai dengan banyaknya kasus.
            Kami sebagai penemu FORMULASI KOMPOSISI FARMASI UNTUK TUMOR, DAN KANKER/MILLITURIUM dengan nomor pendaftaran HAKI : P00200400536 dan FORMULASI KOMPOSISI FARMASI UNTUK HATI/ MILLIHEPAR dengan nomor pendaftaran HAKI : P00200500730 dan telah didaftarkan ke Badan POM. Menemukan bahwa dengan efek sinergistik campuran herba dalam pembuatan formula jamu lebih besar dari 25 jenis herba ternyata dapat menurunkan dosis jamu. Dosis sediaan kami 500 mg/ kapsul  herba kering, penggunaan 3 kali 1 - 2  kapsul dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit dan terasa gejala berkurang setelah minum selama 10 – 15 menit. Insyaallah keberhasilan lebih besar dari 90 %. Pada umumnya kegagalan disebabkan karena putus obat.
Jamu MILLIHERB solusi paling tepat untuk PENGOBATAN : Berfungsi PENYEMBUHAN dan PENINGKATAN FUNGSI SEL TUBUH demi PENINGKATAN DAYA TAHAN KEKEBALAN TUBUH.
Jamu MILLIHERB diramu  lebih besar dari 25 jenis tanaman yang berkhasiat sama, terdiri dari HERBAL BAHAN UTAMA dan bahan tanaman lain sebagai pelengkap, untuk meningkatkan khasiat jamu; dan disajikan dalam kapsul, agar efektif dan terjamin kesempurnaan dan keutuhan herbal kandungannya, dengan DOSIS RENDAH, paling diperlukan untuk PENYEMBUHAN.
Dosis rendah MILLIHERB menjamin keefektivitasan khasiat dan tidak perlu takut terjadinya efek samping, hipersensitivitas, dan bahkan kemungkinan terjadi interaksi obat, manakala dikombinasi dengan terapi obat modern.
Dari hasil pengamatan studi kasus selama 12 tahun, ternyata ramuan MILLIHERB dapat menurunkan dosis lazim, dari 500 hingga 800 kali lebih kecil, dari uji kasus terlihat keberhasilan pengobatan tumor dan kanker dapat mencapai hingga lebih dari 90%, serta dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderita kanker yang sangat lanjut atau kanker kronis, kegagalan pengobatan disebabkan karena putus obat.


STUDI KASUS
  1. Pengobatan kanker dengan jamu Milliherb
Hasil pengamatan keberhasilan penggunaan sediaan MILLITURIUM untuk pengobatan kanker dan tumor mulai dipasarkan  tahun 1999  sampai sekarang. Dari uji kasus selama 11 tahun terlihat seperti berikut:
1.      Pada umumnya  pasien menyatakan jamu ini dapat mengobati tumor payudara, siste indung telur, mium kandungan, sehari 3 kali 1 - 2 kapsul 3-6 bulan tergantung dari besarnya tumor, keputihan menahun 1-2 bulan ditambah Milligesic oil. Keberhasilan pengobatan ini bila tidak putus obat Insya Allah hampir 100 %, dinyatakan berhasil bila gejala hilang dan atau pemeriksaan laboratorium dinyatakan negatif. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegah penyakit. Minum 3 kali ao tetes, oleskan atau kompreskan MILLIGESIC OIL pada tumor temuan akhir tahun 2008 reaksinya lebih cepat.
2.      Empat belas (14) penderita kanker payudara minum sediaan ini dikombinasi dengan sediaan mencegah nyeri MILLIGESIK, selama enam (6) kali khemoterapi ternyata efek samping berkurang. Efek samping hanya rambut rontok dan rasa mual selama 30 menit. Tiga (3) orang penderita kanker payudara stadium lll menggunakan ini selama 8 bulan payu daranya mulai melunak dan lima (5) orang menggunakan obat ini selama 6 bulan setelah diperiksa kankernya tidak berkembang. Seorang pasien putus obat ternyata setelah 7 tahun kambuh kembali. Seorang pasien perempuan 45 tahun menderita kanker payu dara stadium III Januari 2008 menggunakan MILLITURIUM, MILLIMIRISTIN dan  MILLIGESIC OIL menyatakan benjolan mulai berkurang dan pengobatan sedang berjalan. Tiga pasien stadium IV (2008) dan 3 pasien (2010), menyebar ke tulang, hati  dan telah luka karena rasa sangat sakit menggunakan obat MILLITURIUM, MILLIGESIK, MILLIHEPAR, MILLIMIRISTIN dan luka dikompres disertai olesan ke seluruh bagian yang sakit dengan MILLIGESIC OIL ternyata dalam 3 hari rasa sakitnya mulai berkurang dan setelah 7 hari rasa sakit tulang mulai berkurang, kualitashidup meningkat.
3.      Seorang penderita kanker serviks atau leher rahim ( 56 tahun /2002) hanya minum 3 kali 1 kapsul selama 8 bulan menyatakan sembuh ( tidak dikombinasi dengan obat dokter). 2 dua orang menderita kanker leher rahim stadium III menjalani proses terapi dokter setelah selesai proses terapi dinyatakan negatif dan putus obat.
4.      Penderita kanker paru akut perempuan (73 tahun) dengan sinar X pada bukan Juni 2002 kelihatan di ujung paru dan setelah diperiksa lagi bulan Agustus 2002 kankernya melebar sampai 50 % paru. Beliau  minum Milliturium/ tumor dengan Milliasbat kontinyu selama 3 bulan dan selanjutnya tidak kontinyu, serta  tidak dikombinasi dengan obat dokter. Pasien tersebut sampai sekarang dalam keadaan sehat. Kasus ini adalah keajaiban.
5.      Satu pasien Pria (55 tahun) dan perempuan (30 tahun) kanker paru akut (2004) putus  obat dan tidak terpantau. Seorang pria 35 tahun (kanker paru) dari tahun 2005 sampai sekarang menggunakan MILLITURIUM, MILLIASBAT, dan MILLIMIRISTIN sampai 2008, tetapi penggunaan tidak terus-menerus. Seorang pria berumur 40 tahun (kanker paru telah menderita selama 2 tahun. Mulai berobat menggunakan Millturium, Millicento dan Millimiristin sejak bulan November 2007 pengobatan berlanjut sampai sekarang dan dalam keadaan sehatdan akhir tahun 2008 putus obat tidak terpantau.
6.      Enam (6) Pasien kanker stadium ke lV usus besar dan sudah parah menggunakan obat dokter, sediaan dikombinasi dengan penghilang rasa nyeri untuk menurunkan rasa sakit atau meningkatkan kualitas hidup. Keenam pasien putus obat setelah menggunakan 2 bulan, 4 orang tidak terpantau dan dua (2)  menggunakan obat tradisional Cina dan dokter. Seorang pria umur 70 tahun menderita kanker usus besar stadium IV sudah terasa sakit menggunakan  MILLITURIUM, dan MILLIMIRISTIN menyatakan dapat mengurangi rasa sakitnya, hanya menggunakan selama 3 bulan dan putus obat. Seorang   pria 52 tahun penderita kanker usus stadium IV menderita sakit yang sangat parah dan putus obat. Pasien ini tidak terpantau karena menggunakan lewat orang lain.  Pada Maret 2008 ada 2 orang perempuan menderita kanker usus besar stadium ke IV anus telah dipindahkan ke perut menggunakan Milliturium dan Millimiristin dan Millisusut perut untuk mengurangi rasa sakit dan meninggal akhir tahun 2008. Pada April 2008 ada seorang pria 45 tahun penderita kanker usus besar putus obat dan tidak terpantau
7.      Pada Maret 20008 ada seorang perempuan 45 tahun dan seorang pria 45 tahun menderita kanker isofagus stadium ke IV sudah menderita sakit dan pembengkakan di leher kanan dan kiri menggunakan Milliturium, Milligesik, Millimiristin dan Millisusut Perut setelah 3 hari menyatakan rasa sakit mulai berkurang dan tidak berobat ke dokter, setelah 6 bulan pengobatan putus obat dan tidak terpantau
8.      Pada Maret 2008 seorang pria pasien kanker prostat dan  kelenjar stadium ke IV sudah luka dan terasa sakit setelah 1 tahun dirawat di RSU  menggunakan Milliturium, Millimiristin, dan Millisusut perut untuk mengobati lukanya setelah satu minggu menyatakan rasa sakit mulai berkurang dan  meninggal sebulan kemudian.
9.      Ibu A umur 56 tahun pada Januari tahun 2007 penderita kanker leher rahim stadium III menjalankan pengobatan secara modern dari operasi, khemoterapi, dan radiasi ditambah konsumsi Milliturium sehari 3 kali 1 kapsul dan Millimiristin 3 kali 5 tetes berarti menggunakan 2 pot dan 1 botol trimiristin selama proses pengobatan tidak menderita efek samping kemoterapi atau dalam keadaan sehat. Setelah selesai semua proses terapi dinyatakan sembuh oleh dokter dan putus obat. Ibu B 56 tahun pada bulan oktober 2007 setelah operasi kanker leher rahim stadium II minum Milliturium dan Millimiristin setelah proses terapi modern selesai dinyatakan negatif dan putus obat.
10.  Pada awal tahun 2009 ada seorang ibu berumur 40 tahun kanker payu dara stadium ke III berobat ke Cina setelah 2 bulan di Cina pulang ke Indonesia, ternyata kankernya sudah menjalar ke tulang, teras sakit dan  dikemoterpi lagi di Indonesia. Selama kemoterapi menggunakan Milliturium, Millimiristin dan Milligesic Oil rasa sakit hilang dan putus obat.
11.  Pada awal 2009 seorang ibu umur 42 tahun kanker payu dara sudah luka berdimeter  10 Cm dan sakit, minum Milliturium, Millikunir dan Milligesic Oil setelah 3 bulan mulai tertutup dan dosis pengobatan dikurangi. Tidak pernah berobat ke dokter.
12.  Ibu E (awal 2009) 45 tahun kanker payudarastadium III berobat sampai sekarang berobat kankernya tidak berkembang.
13.  5 orang penderita kanker  di Kalimantan tidak terpantau karena dibelikan saudaranya berobat sejak tahun2009
14.  Penderita kanker sejak tahun 1999 – 2012 yang diberikan oleh orang lain tidak terpantau.

Keberhasilan pengobatan bila tidak putus obat Insya Allah kurang lebih 90 %, dinyatakan berhasil bila kualitas hidup meningkat dan perkembangan dinyatakan negative oleh dokter. Tetapi selalu disarankan untuk terus menggunakan sediaan ini untuk mencegah kekambuhan penyakit.
  1. Terapi ketukan syaraf dengan  jamu Milliherb
Terapi Ketukan Syaraf dengan Jamu Milliherb pada permulaan Januari 2012 dilakukan kepada beberapa pasien seperti tersebut di bawah ini :
  1. Rasa sakit penderita stroke baru, ibu (67 tahun), tangan kanan terasa kebal dan sangat sakit, diterapi ditusuk keseluruh tubuh dan Milliotak tonik dan Milligesik 3 kali 1 kapsul, serta diajari untuk mengetuk sendiri di bagian yang sakit. Ia keesokan harinya menyatakan rasa sakit hilang dan obatnya diteruskan sampai habis.
  2. Rasa sakit penderita batu ginjal, seorang ibu 62 tahun (3 orang),  terasa kejang perut dan infeksi ginjal, batu ginjal dinyatakan dari hasil laboratorium, obat dokter tidak dibeli. Minum setiap 2 jam 1 kapsul Milliginjal tonik dan melakukan ketuk syaraf sendiri setiap pagi di tempat yang sakit serta diolesi Milligesic Oil, setelah 3 hari rasa sakit hilang , obat diteruskan setiap hari 3 kali 1 kapsul.
  3. Rasa sakit penderita nefritis dan hepatitis, seorang ibu 64 tahun (3 orang), terasa kejang perut, batuk, lemah-lunglai, punggung terasa panas, demam, kembung, mual dan muntah air. Ia dinyatakan infeksi ginjal, nefritis, pembengkakan jantung dan hepatitis A/B dari hasil laboratorium, obat dokter tidak dibeli. Ia minum Milliginjal tonik, Millihepar dan Millijantung 3 kali 1 kapsul, serta Milligesic Oil 3 kali 10 tetes. Tindakan ketuk syaraf seluruh tubuh dan diolesi Milligesic Oil setelah 3 hari rasa kejang hilang, obat diteruskan setiap hari 3 kali 1 kapsul. Ia melakukan ketuk syaraf ditempat yang sakit setiap hari,
  4. Penderita kanker kelenjar getah bening, ibu 64 tahun  benjolan melebar di leher bagian  depan setebal 2 cm. Tindakan   dilakukan ketukan pada benjolan di leher kemudian diolesi Milligesic oil dan minum Millikunir 3 kali 2 kapsul dan Milligesic Oil 6 kali 10 tetes, setiap hari benjolan diketuk syaraf setiap pagi dan 6 kali diolesi Milligesic Oil. Ia menyatakan makin hari benjolan mengecil dan setelah 15 hari sudah tidak kelihatan.
  5. Penderita glucoma ibu,  69 tahun, di ketuk di sekitar mata selama 5 hari 1 kali diolesi Milligesic Oil dan minum Millimata tonik setiap hari 1 kapsul ternyata gejala hilang. Pengobatan diteruskan dan setiap  minggu dilakukan ketuk syaraf sekitar mata.
  6. Penderita bengkak disekitar mata, di ketuk di tempat radang sehari sekali dan diolessi Milligesic oil selama 2 hari sembuh.
  7. Penderita kanker servik, ibu 64 tahun bulan Februari 2012 (1 orang) stadium II b sampai sekarang, tidak mau berobat ke dokter. Tindakan   dilakukan ketukan pada perut, punggung kemudian diolesi Milligesic oil dan minum Milliturium 3 kali 2 kapsul, Milligalian 3 x 1 kapsul dan Milligesic Oil 3 kali 15 dan perubt & punggung bagiab bawah ketuk syaraf dan 6 kali diolesi Milligesic Oil, serta masukan kapas basah Milligesic Oil setiap malam ke dalam vagina. Ia menyatakan makin hari makin sehat.
  8. Penderita kelenjar tiroid, bapak T 36  tahun dan 5 orang lainnya, benjolan sebesar telor ayam di leher bagian  depan. Tindakan   dilakukan ketukan pada benjolan di leher kemudian diolesi Milligesic oil dan minum Millikunir 3 kali 2 kapsul dan Milligesic Oil 6 kali 15 tetes, setiap hari benjolan diketuk syaraf setiap pagi dan 6 kali diolesi Milligesic Oil atau dikompres. Ia menyatakan makin hari benjolan mengecil dan setelah 15 hari sudah tidak kelihatan.
  9. Selanjutnya dipraktekan pada pasien setiap harinya, baik pasien yang datang ataupun per tilpun.
Keberhasilan 100% menyatakan dapat menghilangkan gejala penyakit, menghilangkan rasa sakit, pembengkakan/radang dan mempercepat mengecilkan benjolan tumor dan kanker lebih cepat dari sebelum melakukan ketukan syaraf. Terutama apabila pasien melakukan sendiri ketukan syaraf, karena ia lebih mengetahui tempat yag terasa sakit, jadi ketukan syarafnya lebih tepat dan rasa sakitnya lebih cepat hilang.
            Oleh karena itu dapat disimpulkan bila tidak putus obat terutama untuk pasien yang yakin keberhasilannya lebih besar dari 90 – 99 %, effikasi lebih baik dari obat modern terutama bagi orang yang telah yakin dan tidak menggunakan obat modern. Pembengkakan, luka, dan rasa sakit dapat diredam dengan minum Millimiristin atau Milligesik Oil diminum setiap 3 jam sekali 10 tetes per hari dan dikompres dengan  Millisusut perut atau Milligesik oil untuk pengobatan luka dan nyeri tulang.
Kencendrungan apabila cara pengobatan menggunakan cara perawatan yang baik dapat meningkatkan keberhasilan TERAPI KETUKAN SYARAF dan JAMU MILLIHERB untuk mengobati tumor dan kanker tanpa operasi, stroke, lupus, dan penyakit lainnya.

INDUSTRI KECIL OBAT TRADITIONAL JAMU MILLIHERB
Nama                  : SRIANA MILLIHERB (Perusahaan Perorangan)
Pemilik                : Sriana Azis Apt
Alamat                : Jl. Husada I/114, Komp. Depkes I, Jatibening, Bekasi.
Telepon                : 0218647723, fak 0218647723, dan Hp 081514326270
Nomor Izin Usaha :   443/7734/was, tanggal 30 Mei 2007
Jumlah sediaan       : 39 jenis yang terdaftar si POM 24 jenis.
Bahan baku utama  :
  1. Minyak induk untuk pembuatan Millimiristin dan Milligesic Oil merupakan rahasia dagang antar kedua pimpinan perusahaan.
  2. Sabun kalsium, kalium dengan minyak induk digunakan oleh semua sediaan 2 – 25 % untuk meningkatkan khasiat, radang , rasa sakit, antiinfeksi, luka, luka bakar, tumor, herpes, susut perut, pencemerlang, pelembab untuk penuaan dan kutil merupakan rahasia dagang antar kedua pimpinan perusahaan.
  3. Bahan baku sayuran, rempah dan tanaman obat Indonesia tidak beracun banyak di sekitar kita dan murah.
  4. SEDIAAN JAMU UNGGULAN
·         Stroke, urat kecepit, asam urat, reumatik, vertigo & rasa nyeri : MILLIGESIC, MILLIOTAK TONIC  & MILLIGESIC OIL.
·         Promotif : MILLIPASGAR/ XGRA;  MILLIMASGAR /WANITA, MILLISINGSET & MILLGESIC OIL.
·         Penyakit aliran darah: MILLIDARAH TONIC, MILLIKOLEST, MILLITENS. & MILLIDIAB
·         Gangguan organ tubuh: MILLIGINJAL TONIC, MILLIPRODTAT, MILLIMAAG, MILLIHEPAR , MILLIAMBE, MILLIJANTUNG TONIC, MILLIGESIC OIL DAN ATAU MILLIMIRISTIN.
·         Antivirus dan antibakteri: MILLIFEKSI, MILLIMIRISTIN DAN ATAU MILLIGESIC OIL.
·         Kanker : MILLITURIUM, MILLILEUKEMI, MILLIMIRISTIN & MILLIJESIC OIL

KERJASAMA YANG DITAWARKAN
  1. Akusisi perusahaan Sriana Milliherb dengan pemberian royalty kepada pemilik Perusahaan Sriana Milliherb  yang akan ditetapkan bersama kedua perusahan.
  2. Atau kedua perusahaan bekerja sama dalam mengembangkan Industri Jamu Milliherb dan membuat RSU Terapi  Ketukan Syaraf dengan Jamu Milliherb yang akan ditetapkan bersama kedua perusahaan.
  3. Pemilik Milliherb menjadi konsultan cara pengobatan tumor, kanker, stroke dan penyakit lainnya serta menyediakan buku pedoman cara pengotannya.
  4. Pemilik Milliherb menjamin bahwa formula jamu Milliherb tidak mengandung sesuatu yang melanggar hak cipta orang lain.
  5. Pemilik Milliherb membebaskan perusahaan yang bekerja sama dari segala tuntutan pihak ketiga berdasarkan hal yang dijaminnya pada tersebut di atas ini.

TUJUAN
Mencegah berkembangnya klinik TCM (Tradisional China Medicine) di Indonesia karena obat tradisional Indonesia terutama Jamu Milliherb dapat menyembuhkan dan jauh lebih murah dari pada obat Cina.


MANFAAT
Meningkatkan kencendrungan kepercayaan masyarakat luas  teruatama orang Indonesia terhadap pengobatan trasisional Indonesia dengan ramuan tepat lebih baik dari obat tadisional Cina dan sangat murah. Sehingga jamu akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tamu di negeri orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar